INFO 1 : Pemesanan sebelum pukul 14.00 WIB akan dikirim pada hari yang sama. Apabila ada pemesanan setelah pukul 14.00 WIB akan di kirim keesokan harinya. Terima kasih atas perhatiannya.
Beranda » Agrokompleks » Hormonik NASA ( Hormon Pemicu Pertumbuhan Tanaman dan Hewan Ternak )

Hormonik NASA ( Hormon Pemicu Pertumbuhan Tanaman dan Hewan Ternak )

Kode : HRN
Berat : 300 gram
Stok : Ready Stock
Kondisi : Baru
Kategori : Agrokompleks, Pertanian, Peternakan, Produk
Dilihat : 2.549 kali
Review : Belum ada review
Hubungi kami secara langsung untuk pemesanan yang lebih cepat!
Hormonik NASA ( Hormon Pemicu Pertumbuhan Tanaman dan Hewan Ternak )

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 35.000
Ready Stock / HRN
Rp 35.000
Tentukan Pilihan!

Bagikan informasi tentang Hormonik NASA ( Hormon Pemicu Pertumbuhan Tanaman dan Hewan Ternak ) kepada teman atau kerabat Anda.

Deskripsi Hormonik NASA ( Hormon Pemicu Pertumbuhan Tanaman dan Hewan Ternak )

HORMONIK (Pupuk Organik Cair) termasuk salah satu Produk NASA untuk Pertanian yang berupa hormon organik cair alami yang diproduksi oleh PT Natural Nusantara ( NASA ). POC NASA dan Hormonik memiliki fungsi yang saling mendukung, sangat bagus untuk memicu pertumbuhan, pembungaan, pembuahan, dan pengumbian tanaman untuk meningkatkan hasil panen.

Dalam upaya meningkatkan hasil panen, ada beberapa hal yag harus diperhatikan yaitu lahan pertanian, pupuk, jenis-jenis pupuk, penggunaan pupuk pada tanaman, dan hormon apa saja yang dibutuhkan oleh tanaman? Berikut kita simak ulasannya.

Lahan Pertanian (Tanah)

Lahan Pertanian (Tanah) adalah sumber utama yang diperlukan dalam sektor pertanian. Tanah mempuyai sifat dapat pulih dan juga dapat habis apabila tidak dikelola dengan baik.

Lahan pertanian mempunyai 3 fungsi utama antara lain :
• Sebagai sumber unsur hara yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman,
• Sebagai tempat tumbuh dan berpegangnya akar, serta
• Sebagai tempat menyimpan air yang sangat diperlukan untuk kelangsungan hidup tanaman.

Dalam sektor pertanian unsur hara dibutuhkan untuk keperluan produksi. Tanaman tumbuh dengan mengandalkan sumber alami dari dalam tanah yang bersumber dari bahan-bahan organik dan bahan mineral tanah tanpa adanya pasokan unsur hara dari luar. Biasanya para petani memutuskan untuk pindah lahan hanya berdasar pada tebal dan tipisnya lapisan humus, serta pasokan airnya saja, lalu langsung pergi meninggalkan lahannya begitu saja. Karena kurangnya pengetahuan tentang cara mengelola lahan, petani tidak bisa membedakan lahan mana yang justru memiliki lapisan humus tebal dan relatif lebih produktif.

Mengembalikan unsur hara dari dalam tanah dapat dilakukan dengan cara memilih produk organik yang mampu menjaga kesuburan tanah. Setelah penghijauan terjadi, di mana para petani dahulu dihimbau untuk lebih mengutamakan hasil produksi dengan mengabaikan unsur tanah yang rusak karena penggunaan pupuk kimia yang berlebihan. Hal ini menyebabkan para petani kesulitan untuk dapat menetap di satu lahan pertanian saja. Status petani organik sedikit demi sedikit akan berkurang dan menjadi langka sejak saat itu.

Banyak petani yang meninggalkan penggunaan pupuk organik baik pupuk hijau maupun pupuk kompos, dengan anggapan penggunaan pupuk organik kurang efektif dan efisien, karena kandungan unsur hara di dalam pupuk tersebut relatif kecil dan lambat dalam penyediaannya. Sekarang ini terdapat sekitar 60 persen lahan pertanian di Pulau Jawa yang kandungan bahan organiknya kurang dari 1 persen.

Penggunaan pupuk kimia buatan yang berkonsentrasi tinggi yang tidak proporsional akan berdampak pada penimpangan status hara di dalam tanah. Hal ini akan berdampak pada penyusutan kandungan bahan organik di dalam tanah. Apabila kandungan humus di dalam tanah semakin berkurang, maka lambat laun tanah akan menjadi keras dan menggumpal, sehingga menjadi kurang produktif.

Pemakaian pupuk organik sangat dianjurkan bagi tanah yang memenuhi syarat sebagai media tumbuhan dan lahan pertanian. Keadaan fisik tanah yang baik adalah apabila tanah dapat menjamin pertumbuhan akar tanaman dan menjadi tempat yang memiliki ketahanan terhadap erosi. Bahan organik berfungsi sebagai bahan pembentuk agregat tanah. Bahan- bahan organik akan merekatkan partikel-partikel tanah agar bisa bersatu menjadi agregat sehingga struktur dan tekstur tanah saling berkaitan.

Pada lahan berpasir bahan organik dapat mengubah struktur tanah dari berbutir tunggal menjadi bentuk gumpalan. Bahkan tanah yang tadinya terjal atau tidak berstruktur dapat membentuk struktur yang baik atau struktur yang sedang. Pemakaian bahan organik dapat meningkatkan populasi mikroorganisme tanah baik jamur dan actino mycetes melalui pengikatan secara fisik butir-butir primer oleh miselia jamur dan akan membentuk agregat walau tanpa adanya fraksi lempung.

Kandungan bahan organik yang cukup dapat memperbaiki kondisi tanah atau lahan pertanian agar tidak terlalu berat dalam mengolahnya. Penggunaan bahan organik dapat meningkatkan kemampuan dan kelekatan tanah. Pada tanah yang berstruktur halus ketika menjadi basah akan mempunyai kelekatan dan keliatan tinggi sehingga akan sukar untuk diolah. Bila Anda menambahkan bahan organik maka akan dapat meringankan proses pengolahan tanah.

Penggunaan bahan organik mampu meningkatkan aktivitas dan populasi mikrobiologi terutama yang berkaitan dengan aktivitas dekomposisi dan mineralisasi bahan organik yang digunakan oleh para petani. Beberapa mikroorganisme yang berperan dalam dekomposisi bahan organik adalah fungi, bakteri dan actino mycetes.

Selain mikroorganisme tanah, fauna tanah misalnya yang tergolong dalam protozoa, nematoda, dan cacing tanah juga berperan dalam dekomposisi bahan organik. Fauna tanah berperan dalam proses mineralisasi atau pelepasan hara, proses humifikasi bahkan ikut bertanggung jawab atas pemeliharaan struktur tanah.

Mikro flora dan fauna tanah ini akan saling berinteraksi sesuai dengan kebutuhannya akan bahan organik. Bahan organik akan menyediakan energi untuk tumbuh, dan akan memberikan karbon sebagai sumber energi. Terdapat senyawa di dalam tanah yang berpengaruh terhadap aktivitas biologis yaitu senyawa perangsang tumbuh (auxin), dan vitamin.

Senyawa-senyawa tersebut berasal dari eksudat tanaman, pupuk kandang, kompos, sisa tanaman dan juga berasal dari hasil aktivitas mikroba dalam tanah. Agar tidak terjadi degradasi bahan organik, maka upaya pengelolaan bahan organik tanah yang tepat sangat diperlukan dan memerlukan perhatian yang serius. Penambahan bahan organik secara terus menerus pada tanah merupakan cara pengelolaan yang mudah sekaligus murah.

Walaupun pemberian bahan organik pada lahan pertanian telah dilakukan, produksi tanaman tetap masih kurang optimal karena unsur hara yang disediakan dalam waktu pendek jumlahnya masih tergolong sangat rendah. Kecepatan proses dekomposisi dan mineralisasi bahan organik sangat ditentukan oleh kualitas bahan organik yang digunakan. Anda juga perlu melakukan sinkronisasi ketersediaan unsur hara dan kebutuhan tanaman akan  unsur hara agar kualitas tanah baik dan dapat digunakan sebagai lahan pertanian. Sangat penting bagi Anda untuk memperhatikan penggunaan pupuk pada lahan pertanian dan tanaman.

Pupuk

Pupuk adalah bahan tambahan yang digunakan pada tanaman atau tumbuh-tumbuhan agar kebutuhan mineral dan unsur hara yang diperlukan dapat terpenuhi sehingga tanaman dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik.

1. Pupuk Organik

Pupuk organik adalah pupuk yang terbuat dari sisa-sisa mikroorganisme atau organ hewan dan tumbuhan. Keunggulan pupuk organik adalah dapat memperbaiki kondisi fisik tanah karena bahan-bahan organik dapat membantu pengikatan air secara efektif di dalam tanah.

Banyak lahan pertanian di Indonesia yang memiliki kadar bahan organik di dalam tanah kurang dari 1 %. Sangat jarang atau bahkan sedikit sekali petani yang menyadari bahwa tumbuhan memerlukan bahan organik untuk kelangsungan hidupnya.

2. Pupuk Kimia atau Buatan

Pupuk kimia atau buatan adalah pupuk yang dibuat melalui proses pengolahan oleh manusia dari bahan-bahan mineral. Banyak petani yang beranggapan bila menggunakan pupuk kimia dalam jumlah banyak maka akan memperoleh hasil panen yang berlimpah ruah.

Sedangkan menurut para ahli lahan pertanian sebenarnya sangat membutuhkan pupuk organik sebagai sumber pupuk dan zat hara, bukan pupuk kimia atau buatan. Pupuk organik juga bermanfaat untuk memperbaiki kualitas tanah sebagai lahan pertanian.

3.Pupuk Alam

Pupuk alam adalah pupuk yang didapat langsung dari alam, seperti: fosfat alam, pupuk kandang, pupuk hijau, dan pupuk kompos. Jumlah dan jenis unsur hara yang terkandung di dalam pupuk alam sangat bervariasi. Sebagian dari pupuk alam disebut juga sebagai pupuk organik karena merupakan hasil proses dekomposisi dari material makhluk hidup seperti: sisa tanaman, kotoran ternak, dan sebagainya.

Kadar nutrisi pada pupuk alam atau pupuk organik umumnya lebih rendah dibandingkan dengan pupuk anorganik atau pupuk buatan. Walaupun demikian, nutrisi dalam pupuk organik dapat lebih larut ke dalam molekul tanah. Perlu diketahui jika pupuk organik tidak dikelola atau diolah dengan tepat justru akan menjadi sarana pertumbuhan bakteri patogen yang merugikan tanaman.

Kotoran hewan ternak yang diolah akan menjadi bahan utama pembuatan pupuk organik. Riset di bidang pertanian menyebutkan bahwa kotoran ayam dapat dijadikan bahan  pupuk organik karena kotoran ayam bisa membuat kondisi tanah menjadi lebih baik bagi pertumbuhan tanaman daripada menggunakan pupuk anorganik.

Di sektor pertanian Indonesia, sebagian besar jerami padi digunakan untuk alas ternak dan pakan ternak. Penggunaan lain dari sisa tanaman adalah untuk bahan bakar. Proses pengelolaan sisa tanaman memegang peranan penting dalam mengatur ketersediaan unsur hara.

Proses pengembalian sisa tanaman ke dalam tanah yang telah dijadikan pupuk merupakan variabel-variabel penting dalam mengatur imobilisasi atau pun mineralisasi unsur hara di dalam tanah. Jerami padi, tebu, dan jagung adalah contoh sisa tanaman yang mempunyai kandungan unsur hara tinggi.

Tanaman dapat digunakan sebagai pupuk hijau atau pupuk organik dengan ketentuan apabila tanaman tersebut dapat cepat tumbuh, bagian atas tanamannya banyak, lunak, dan memiliki kemampuan untuk tumbuh cepat pada tanah yang kurang subur, sehingga cocok dalam rotasi tanah pada lahan pertanian. Penggunaan tanaman sebagai bahan pupuk hijau mampu meningkatkan ketersediaan unsur hara dan menjaga kesuburan tanah atau lahan pertanian.

Sangat penting bagi petani untuk memperhatikan unsur hara dalam tanah. Hal ini dilakukan agar lahan pertanian dapat digunakan secara optimal dan akan meningkatkan hasil panen yang maksimal tanpa harus menggunakan pupuk kimia. Dan akhirnya keberlangsungan sektor pertanian akan berlanjut karena tanah tidak kehilangan unsur haranya.

Penggunaan Pupuk pada Tanaman

Proses pembentukan tanah berjalan secara berkesinambungan dan saling berpengaruh. Kesuburan tanah merupakan salah satu nilai kualitas dari kemampuan tanah untuk menyediakan unsur hara bagi pertumbuhan tanaman dalam jumlah yang memadai dan seimbang. Tingkat kesuburan tanah akan berpengaruh pada proses produksi dan hasil panen. Terkadang kadar nutrisi di alam bebas tidak mencukupi untuk mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal. Oleh karena itu, pemupukan sangat dianjurkan untuk meningkatkan kadar nutrisi tanaman.

Kadar nutrisi tanaman dan kebutuhan unsur hara di dalam tanah harus terpenuhi sehingga hasil panen sesuai dengan yang diharapkan. Pemberian pupuk harus dilakukan dengan perhitungan yang tepat guna menghindari tanaman diserang hama maupun penyakit lainnya.

Pupuk dibedakan menjadi dua dilihat dari bentuknya yaitu pupuk padat dan pupuk cair. Pupuk padat dipasarkan dalam bentuk onggokan, remahan, butiran, atau kristal. Sedangkan pupuk cair biasanya dipasarkan dalam bentuk konsentrat atau cairan.

Pemakaian pupuk padat bisa diaplikasikan langsung ke tanah/media tanam lainnya, sementara pupuk cair diberikan dengan cara disemprotkan langsung ke tanaman. Petani sering menyamakan antara pupuk dan suplemen untuk tanaman. Padahal berdasarkan fungsinya saja sudah berbeda. Suplemen untuk tanaman biasanya digunakan untuk membantu kelancaran proses metabolisme.

Memperkenalkan Hormonik NASA, suplemen pertanian berbahan organik berfungsi untuk memicu pertumbuhan, pengumbian, pembungaan dan pembuahan tanaman guna mendapatkan hasil panen yang optimal.

Hormon

Hormon yang dibutuhkan tanaman dalam proses pertumbuhannya ada tiga macam, yaitu auksin, giberelin, sitokinin. Apabila kekurangan salah satu hormon tersebut, pertumbuhan tanaman akan terganggu. Misalnya pertumbuhan tanaman lambat (kerdil), pertumbuhan akar yang kurang sempurna, umbi sedikit dan berukuran kecil, serta bunga dan buahnya mudah rontok. Jika tanaman mempunyai permasalahan seperti di atas, pastinya akan mempengaruhi hasil panennya.

Keberadaan hormon sangatlah penting. Saat ini telah banyak hormon yang dijual di pasaran, kebanyakan bersifat kimia. Pemakaian hormon kimia untuk tanaman sebenarnya tidak disarankan karena sifatnya yang cenderung sukar terurai oleh alam. Dan jika digunakan dalam jangka panjang akan menimbulkan dampak negatif bagi tanaman dan lingkungan di sekitarnya.

Adakah hormon organik yang dijual di pasaran?

Jawabannya ada. Hormonik NASA yaitu suplemen hormon berbahan organik yang diproduksi oleh PT NASA. Hormonik NASA lebih dikenal dengan pupuk organik cair karena fungsinya yang hampir sama dengan pupuk organik NASA lainnya. Tidak hanya untuk tanaman, Hormonik NASA untuk ternak juga bisa digunakan. Selain aman bagi kesehatan, harga Hormonik NASA juga sangat terjangkau.

Deskripsi Produk NASA HORMONIK (Pupuk Organik Cair)

Hormonik NASA adalah suplemen hormon berbahan organik digunakan untuk memicu pertumbuhan, pengumbian, pembungaan dan pembuahan tanaman agar memperoleh hasil panen yang optimal. Pupuk NASA Hormonik mengandung Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) organik terutama Auksin, Giberelin, dan Sitokinin.

Hormonik NASA termasuk salah satu dari pupuk NASA. Hormonik NASA di formulasikan secara khusus dari bahan organik alami yang dibutuhkan oleh semua jenis tanaman dan hewan ternak. Hormonik NASA aman bagi kesehatan manusia maupun binatang. Hormon untuk tanaman yang terkandung dalam Hormonik NASA merupakan senyawa alami yang mengatur pertumbuhan tanaman yang terdiri dari auksin, giberelin, dan sitokinin.

1. Auksin

Auksin di dalam tanaman merupakan indol 3-asetat (IAA) yang dihasilkan oleh jaringan muda yang sedang tumbuh. Fungsi hormon auksin adalah untuk pembesaran dan diferensiasi sel, peningkatan respirasi tanaman, merangsang sintesis RNA, problem dan enzim. Auksin berperan penting dalam fase pembentukan jaringan pada pertumbuhan vegetatif.

2. Giberelin

Hormon Giberelin berperan dalam mendorong pertumbuhan atau pemanjangan akar dan batang, merangsang pembungaan, serta menormalkan pertumbuhan tanaman yang kerdil.

3. Sitokinin

Hormon Sitokinin berperan dalam proses pemekaran dan diferensiasi sel, mencegah penuaan, mengarahkan aliran asam amino, dan zat makanan ke seluruh bagian tanaman dengan konsentrasi sitokinin tinggi. Ketiga hormon ini bekerja secara sinergis atau saling membantu.

Manfaat Pupuk NASA HORMONIK (Pupuk Organik Cair)

Pupuk NASA Hormonik mempunyai beberapa manfaat yang sangat dibutuhkan oleh tanaman dan hewan ternak. Manfaat pupuk NASA Hormonik adalah:

  • Mempercepat proses pertumbuhan pada tanaman (akar dan batang)
  • Memperbanyak dan memperbesar ukuran umbi
  • Memperbanyak dan memperbesar ukuran buah
  • Mengurangi kerontokan pada bunga dan buah
  • Meningkatkan keawetan produksi hasil panen
  • Memicu dan meningkatkan bobot pada hewan ternak

Cara Pemakaian Pupuk NASA HORMONIK (Pupuk Cair Organik)

Pupuk NASA Hormonik (Pupuk Cair Organik) sangat dianjurkan untuk pertumbuhan tanaman dan hewan ternak, tentunya dengan cara pemakaian yang tepat. Cara pemakaian pupuk NASA Hormonik (Pupuk Cair Organik) adalah sebagai berikut:

  • Kocok dahulu pupuk NASA Hormonik sebelum digunakan
  • Dosis : 1 sampai 2 cc Hormonik NASA per 1 liter air
  • Penggunaan Pupuk NASA Hormonik akan lebih optimal jika dicampur dengan POC NASA (dosis 1 tutup  botol Pupuk NASA Hormonik + 3 tutup botol POC NASA) per tangki
  • Cara pemakaiannya langsung disemprotkan pada tanaman terutama pada daun hingga merata

Berikut cara pemakaian Pupuk NASA Hormonik (Pupuk Cair Organik) untuk beberapa jenis tanaman tertentu dan hewan ternak jenis unggas:

  • Tanaman Musiman : biasanya mulai digunakan sejak pertengahan usia tanaman hingga menjelang reproduksi yaitu sebelum berbunga / berumbi. Dosis penyemprotan: 3 sampai 6 kali semprot. Penggunaan sejak awal tanam akan memberikan hasil yang lebih baik
  • Tanaman Tahunan : biasanya mulai digunakan 2 sampai 4 bulan sebelum berbunga atau berbuah. Dosis penyemprotan: 3 sampai 6 kali semprot
  • Hewan Ternak Unggas : Dosis 1 sampai 2 tutup botol HORMONIK NASA + 1 botol (500 cc) POC NASA / Viterna Plus, diberikan ke unggas (ayam) satu kali setiap hari

Dosis HORMONIK NASA lebih lebar sehingga jika terjadi kelebihan dosis, tidak akan berbahaya untuk tanaman. HORMONIK NASA mudah terurai oleh alam sehingga sangat aman bagi kelestarian lingkungan dan manusia.

PT NASA distributor resmi Produk Hormonik Nasa dan jual pupuk organik lainnya. Aman dan terpercaya.

Ingin Tahu Pendapat Para Petani Setelah Pemakaian Hormonik NASA pada Tanaman dan Hewan Ternak Mereka?

 

 

 

 

 

 

 

Butuh Bantuan? Jangan Sungkan!

Jika Anda Butuh Bantuan, Ataupun Hal -Hal Yang Ingin Ditanyakan, Jangan Ragu Untuk Menghubungi Kami, Dengan Senang Hati Akan Kami Bantu

 ----------------------------------------------------

TELP/SMS/WA

Belum ada ulasan untuk produk Hormonik NASA ( Hormon Pemicu Pertumbuhan Tanaman dan Hewan Ternak )

Silahkan tulis ulasan Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*







Produk Terkait Hormonik NASA ( Hormon Pemicu Pertumbuhan Tanaman dan Hewan Ternak )

OFF 10%
QUICK ORDER
LOOKE HOLY LIP CREAM THALIA

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 140.000 Rp 155.000
Ready Stock / THALIA
Rp 140.000 Rp 155.000
Ready Stock / THALIA
QUICK ORDER
Natural Tea – Teh Hitam Celup NASA

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 26.000
Ready Stock / NTC
Rp 26.000
Ready Stock / NTC
QUICK ORDER
Natural Lecithin

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 300.000
Ready Stock / LECITH
Rp 300.000
Ready Stock / LECITH

Mungkin Anda tertarik dengan produk terbaru kami

QUICK ORDER
Rambut Sehat, Indah Dan Berkilau, Collagen Shampoo Steamcell Apple NASA Solusinya.

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 65.000
Ready Stock / COSHAM
QUICK ORDER
Royal Propolis Syifa NASA Membantu Memelihara Daya Tahan Tubuh Anda Sekeluarga

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 100.000
Ready Stock / HABBAT
QUICK ORDER
Crystal V Spray Feminine Hygiene NASA, Jaga Kesehatan Area Intim Anda!

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 75.000
Ready Stock / VSPRAY
SIDEBAR