INFO 1 : Pemesanan sebelum pukul 14.00 WIB akan dikirim pada hari yang sama. Apabila ada pemesanan setelah pukul 14.00 WIB akan di kirim keesokan harinya. Terima kasih atas perhatiannya.
Beranda » Paket » Paket Pupuk Nasa untuk Padi Organik Lahan 1000 m2

Paket Pupuk Nasa untuk Padi Organik Lahan 1000 m2

Kode : P2-PADI
Berat : 3500 gram
Stok : Ready Stock
Kondisi : Baru
Kategori : Paket, Paket Agrokompleks, Paket Pertanian
Dilihat : 903 kali
Review : Belum ada review
Hubungi kami secara langsung untuk pemesanan yang lebih cepat!
Paket Pupuk Nasa untuk Padi Organik Lahan 1000 m2

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 326.000 Rp 350.000
Ready Stock / P2-PADI
Rp 326.000 Sebelum Rp 350.000
(OFF 7%) Hemat Rp 24.000
Tentukan Pilihan!

# Paket Pupuk Nasa untuk Padi Organik Lahan 1000 m2

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja Anda
Lihat keranjang Anda
Lanjut Belanja
Checkout

Bagikan informasi tentang Paket Pupuk Nasa untuk Padi Organik Lahan 1000 m2 kepada teman atau kerabat Anda.

Deskripsi Paket Pupuk Nasa untuk Padi Organik Lahan 1000 m2

ISI PAKET :

1 botol POWER NUTRITION 250 gram
1 botol SUPERNASA 250 gram
1 botol POC NASA 500 cc
1 botol POC HORMONIK 100 cc
1 botol GLIO 100 gram
1 botol BVR 100 gram
1 botol PESTONA 500 cc

Leaflet Budidaya Padi

Demi terwujudnya Swasembada Pangan Indonesia, petani berpikir untuk melakukan ekstensifikasi lahan pertanian di pulau-pulau besar, misalnya saja pembukaan lahan di area lahan gambut yang ada di pulau Kalimantan dan Sumatra. Padahal, masalah utama yang dihadapi petani saat ini terletak pada sistem pertaniannya yang kurang maksimal dan efisien.

Kendala yang Sering Dihadapi Petani Di Indonesia

Sistem pertanian yang kurang maksimal dan efisien mengakibatkan berbagai kendala bagi petani dalam meningkatkan kualitas maupun kuantitas hasil produksinya. Berikut kendala-kendala yang sering dihadapi oleh petani di Indonesia, meliputi :

  • Kondisi tanah yang semakin memburuk menyebabkan petani sulit meningkatkan hasil produksi pertanian yang berdampak pada sulitnya meningkatkan kesejahteraan petani.
  • Biaya yang dibutuhkan dalam usaha pertanian padi menjadi semakin meningkat karena kondisi tanah dan lingkungan yang semakin memburuk.
  • Seringnya pasokan pupuk kimia di pasaran mengalami kelangkaan dan berdampak pada tingginya biaya yang harus dikeluarkan petani.
  • Penggunaan pupuk kimia yang yang hanya mengandung unsur makro (N,P dan K), sedang untuk unsur mikro seperti Na, Ca, Mg, Fe, Cu, Zn, Mn, B, Co, Mo, mikroba dan bakteri dalam tanah tidak pernah ditambahkan, sehingga membuat kandungan unsur mikro di dalam tanah menyusut/hampir habis.
  • Hama dan penyakit pada tumbuhan menjadi resisten karena penggunaan pupuk kimia yang berlebihan

Karena banyaknya kendala yang dihadapi petani dalam upaya peningkatan kualitas maupun kuantitas hasil produksi pertanian, maka dibutuhkan sebuah sistem pertanian organik yang ramah lingkungan. NASA menghadirkan terobosan baru yaitu Produk Nasa untuk Pertanian Padi yang mampu mengatasi semua kendala-kendala di atas tanpa merusak lingkungan. Karena pupuk Nasa untuk padi dibuat dari bahan-bahan organik alami, maka sangat aman bagi tanaman itu sendiri, hewan ternak, dan juga lingkungan sekitar.

Sistem Pertanian Organik

Solusi yang tepat untuk mencapai Swasembada Pangan adalah melakukan upaya intensifikasi pertanian secara terintegrasi. Maksudnya, bukan hanya terfokus pada upaya peningkatan hasil produksinya saja (kuantitas), peningkatan kualitas dan kelestarian alam juga harus diperhatikan.

Sistem Pertanian Organik bisa dilakukan sebagai salah satu upaya intensifikasi pertanian secara terintegrasi demi tercapainya Swasembada Pangan Indonesia dan gemah ripah loh jinawi. Usaha Budidaya Padi Organik pada lahan 1 hektar (1000 m2) dengan menggunakan produk Nasa untuk pertanian padi merupakan salah satu contoh kecilnya.

Budidaya Padi di Indonesia

Di Indonesia sendiri, budidaya padi dilakukan oleh sekitar 18 juta petani dan telah memberikan sumbangan dana sebesar 66% pada Produk Domestik Bruto (PDB) tanaman pangan. Usaha budidaya padi juga telah memberikan kesempatan kerja dan penghasilan bagi lebih dari 21 juta rumah tangga dengan sumbangan penghasilan sekitar 25% sampai 35%

Sampai saat ini Indonesia hanya mampu memproduksi gabah padi sekitar 4-5 ton per ha. Upaya peningkatan produktivitas padi yang mengutamakan asas K3 (Kuantitas, Kualitas dan Kelestarian), PT. NASA (Natural Nusantara) menghadirkan Paket Pupuk Nasa untuk Padi Organik lahan 1000 m2 guna membantu tercapainya Swasembada Pangan Nasional.

Paket Pupuk Nasa untuk Padi Organik lahan 1000 m2

Produk Nasa Budidaya Padi Organik lahan 1000 m2 merupakan paket pupuk Nasa untuk padi. Pupuk Organik Cair Nasa ini dibuat khusus untuk budidaya tanaman padi lahan 1000 m2. POC NASA untuk padi bermanfaat untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil produksi padi namun tetap menjaga kelestarian lingkungan.

Produk Nasa untuk pertanian padi ini terdiri dari beberapa pupuk organik Nasa untuk padi yang mempunyai banyak manfaat dan saling berkesinambungan antara satu produk dengan produk lainnya. Paket pupuk Nasa untuk padi ini terdiri dari :

  • 1 botol POWER NUTRITION 250 gram
  • 1 botol SUPERNASA 250 gram
  • 1 botol POC NASA 500 cc
  • 1 botol POC HORMONIK 100 cc
  • 1 botol GLIO 100 gram
  • 1 botol BVR 100 gram
  • 1 botol PESTONA 500 cc

Mengapa Harus Menggunakan Produk Nasa untuk Pertanian Padi?

Pupuk Nasa untuk padi sangat baik digunakan untuk kelangsungan hidup padi maupun peningkatan hasil produksi panennya. Selain memiliki banyak manfaat, paket produk Nasa untuk pertanian padi ini juga memiliki beberapa kelebihan sebagai berikut :

1. Produk Nasa Berkualitas dan Ramah Lingkungan

Pupuk Nasa untuk padi diproduksi dari bahan-bahan alami organik yang ramah lingkungan, sehingga sangat aman digunakan bagi tumbuhan, hewan ternak, manusia, dan juga lingkungan sekitar.

2. Harga Pupuk Nasa untuk Padi Terjangkau

Dengan banyaknya manfaat yang dimiliki, namun harga produk Nasa untuk pertanian padi ini sangat terjangkau bagi para petani.

3. Produk Nasa Memiliki Legalitas Resmi dari BPOM

Setiap produk Nasa dalam satu paket pupuk Nasa untuk padi ini memiliki izin edar resmi dari BPOM dan bersertifikat halal dari MUI.

4. Produk Nasa Memberikan Bukti Bukan Janji

Pupuk Nasa untuk padi sudah terbukti membantu banyak sekali petani padi di Indonesia.

Tahapan Budidaya Padi NASA Lahan 1000 m2

Padi tumbuh pada ketinggian 0-1500 mdpl dengan suhu lingkungan rata-rata 19-270ºC. Budidaya padi dipengaruhi oleh dua hal, yaitu sinar matahari dan angin khususnya untuk proses penyerbukan dan pembuahan. Tanah berlumpur yang subur dengan ketebalan 18-22 cm dan Ph tanah 4 – 7 merupakan media terbaik untuk budidaya tanaman padi.

Sebelum membahas tentang tahapan budidaya padi, Anda perlu mengetahui fase pertumbuhan tanaman padi. Terdapat 3 fase pertumbuhan pada tanaman padi, yaitu fase vegetatif (0 – 60 hari), fase generatif (60 – 90 hari), dan fase pemasakan (90 – 120 hari). Dalam ketiga fase tersebut membutuhkan air, hormon, dan nutrisi yang bervariasi.

Untuk memperoleh hasil panen padi yang melimpah, ada beberapa faktor yang harus diperhatikan, meliputi :

  • Tanah harus subur, gembur, dan terbebas dari patogen tanah
  • Bibit padi produktif harus banyak
  • Jumlah rumpun di tiap hektarnya harus banyak
  • Memaksimalkan gabah bernas dan meminimalkan gabah kosong
  • Jumlah tiap 1000 bulir padi lebih berbobot
  • Teknik budidaya padi yang tepat dan efisien

Beberapa tahapan yang wajib dilakukan dalam usaha budidaya tanaman padi pada lahan 1000 m2 guna meningkatkan hasil produksi panen, adalah sebagai berikut :

1. Pengolahan Tanah Sebagai Media Tanam

Tahap pertama dalam budidaya padi adalah pengolahan tanah pada lahan pertanian sebagai media tanam. Buatlah tanah menjadi media yang paling disukai tanaman padi muda (bibit padi), yaitu tekstur tanah yang gembur, bahan organik nya tinggi, dan terbebas dari koloni jamur serta bakteri patogen.

Jenis dan dosis pupuk dapat disesuaikan dengan kondisi lahan pertanian karena hanya bersifat sebagai acuan (referensi) dan bersifat fleksibel. Dengan kata lain, jenis, dosis pupuk dan hasil panen di setiap lahan tidak sama (bervariasi) karena dipengaruhi oleh kondisi tanah, pengairan dan iklim setempat.

Pengolahan tanah menjadi gembur dan memiliki bahan organik tinggi, bisa dilakukan dengan cara dibajak/ditraktor. Kemudian sebelum menanam padi, aplikasikan produk Nasa “SUPERNASA” pada kondisi tanah yang masih basah supaya tanah menjadi sehat dan tanaman padi dapat tumbuh secara maksimal.

2. Pemilihan Benih Padi Unggul

Tahap selanjutnya adalah pemilihan benih padi unggul. Pilihlah benih padi unggul yang berkualitas, karena benih padi akan menentukan hasil produksi. Anda harus teliti dan cermat dalam memilih benih padi unggul agar dapat memperoleh hasil panen yang maksimal.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pemilihan benih padi unggul adalah :

  • Pilih benih padi unggul yang bersertifikat resmi dari instansi pemerintah atau perusahaan agar dapat dipertanggungjawabkan kelayakan tanamnya
  • Pastikan benih padi tidak kadaluarsa dan berdaya tumbuh di atas 90%
  • Benih Padi Utuh (Bernas), bersih dan terhindar dari hama (kutu-kutuan/kumbang gabah)
  • Tingkat kemurnian benih padi mencapai 98%
  • Berpotensi tinggi dan tahan penyakit

3. Perendaman Benih

Sesudah memilih benih padi unggul berkualitas, langkah selanjutnya adalah melakukan perendaman benih. Perendaman benih padi bertujuan untuk mematahkan masa dormansi benih dan memilih benih yang berkualitas supaya benih dapat cepat tumbuh, seragam, sehat, dan terhindar dari serangan hama/penyakit terutama pada fase pembibitan.

Rendam benih padi selama 6 – 12 jam dengan mengaplikasikan POC NASA dan air, dosis 2 cc per liter air. Tiriskan lalu masukkan ke dalam karung goni, benih padi yang mengambang dibuang. Selanjutnya pendam di dalam tanah selama 1 – 2 malam hingga benih berkecambah secara bersamaan.

4. Persemaian Benih

Setelah proses perendaman selesai, proses berikutnya adalah proses semai benih padi unggul. Persemaian diairi secara berangsur hingga tinggi 3 – 5 cm. Setelah bibit padi berumur 7 – 10 hari dan 14 – 18 hari, dilakukan penyemprotan POC NASA dengan dosis 2 tutup per tangki.

5. Pemindahan Benih

Benih padi yang siap untuk ditanam ke lahan pertanian adalah yang telah berumur 24 – 40 hari, berdaun 5 – 7 helai, batang bawah besar dan kuat, pertumbuhan seragam, serta tidak terserang hama/penyakit.

6. Penanaman Padi

Ketika menanam bibit padi jangan terlalu dalam, cukup hanya dengan kedalaman 1 – 2 cm. Hal ini bertujuan agar jumlah anakan produktif tanaman padi meningkat. Menanam bibit padi terlalu dalam akan mempersulit upaya pembentukan anakan padi.

Cara menanam padi dengan jarak tanam 25 x 25 cm per 1.000 m2 lahan membutuhkan 1,5 hingga 3 kg benih. Jumlah ideal benih yang digunakan adalah sekitar 50 sampai 60 gram per m2. Perbandingan luas tanah untuk pembenihan dengan lahan tanam yaitu 3 : 100, atau untuk luas lahan 1.000 m2 luas lahan tanamnya adalah 3,5 m2 pembibitan.

7. Penyiangan Lahan

Salah satu usaha yang dilakukan petani agar proses penyerapan nutrisi oleh tanaman padi sempurna adalah dengan melakukan penyiangan guna memperkecil tingkat persaingan rumput-rumput liar atau gulma. Penyiangan dilakukan terhadap rumput-rumput liar (gulma), seperti sunduk gangsir, rumput teki, jajagoan, dan eceng gondok. Kegiatan penyiangan ini sebaiknya dilakukan 3 kali yaitu pada tanaman umur 4 minggu, 35 minggu, dan 55 minggu.

8. Pengairan dan Pengeringan

Proses penggenangan air atau biasa yang disebut pengairan dilakukan pada fase awal pertumbuhan, fase pembentukan anakan, fase pembungaan dan fase bunting. Sedangkan untuk proses pengeringannya hanya dilakukan pada fase sebelum bunting dan pada fase pemasakan biji. Proses pengeringan pada fase pemasakan biji bertujuan untuk menyeragamkan dan mempercepat pemasakan biji. Pengeringan pada fase sebelum bunting bertujuan untuk menghentikan pembentukan anakan.

9. Pemupukan Padi

Tabel Penggunaan POC NASA dan SUPERNASA

Waktu Aplikasi
JENIS PUPUK OLAH TANAH (KG) 14 HARI

(KG)

30 HARI

(KG)

45 HARI

(KG)

60 HARI

(KG)

UREA 36,5 9 9 9 9
ZA 3,5 1 1 1 1
SP-36 6,5 1,5 1,5 1,5 1,5
KCL 20 5 5 5 5
DOLOMIT 13 3 3 3 3
SUPERNASA 2 botol ( siram) 2 botol ( siram)
Catatan : Dosis produksi padi 1,2 – 1,7 ton/ 1000 M2 Gabah Kering Panen

 

Waktu Aplikasi
JENIS PUPUK OLAH TANAH

(KG)

14 HARI

(KG)

30 HARI

(KG)

45 HARI

(KG)

UREA 12 6 6 6
SP-36 10 50
KCL 7 8
SUPERNASA 1 botol (siram) 5 5 5
POC NASA 4-5 ttp/tgk (semprot) 4-5 ttp/tgk (semprot) 4-5 ttp/tgk (semprot)
Catatan : Dosis produksi padi 0,8 – 1,1 ton/ 1000 M2 Gabah Kering Panen

 

Waktu Aplikasi
JENIS PUPUK OLAH TANAH (KG) 14 HARI

(KG)

30 HARI

(KG)

45 HARI

(KG)

UREA 10 4,5 4 4
SP-36 11,5
KCL 5 6,5
POC NASA 20-40 ttp (siram) 4-8 ttp/tgk (semprot) 4-8 ttp/tgk (semprot) 4-8 ttp/tgk (semprot)
HORMONIK 1 ttp/tgk campur NASA 1 ttp/tgk campur NASA
Catatan : Dosis produksi padi 0,8 – 1,1 ton/ 1000 M2 Gabah Kering Panen

Berikut adalah cara pemupukan padi menggunakan produk Nasa untuk pertanian padi POC NASA dan SUPERNASA:

  • Campur POC NASA ke dalam air secukupnya, cara penggunaannya dengan disiram atau disemprot
  • Larutkan SUPERNASA dengan air secukupnya, lalu disiramkan ke tanaman. Cara penggunaan SUPERNASA hanya dapat disiramkan
  • Khusus pupuk Makro SP-36, cara penggunaannya dapat dilarutkan dengan SUPERNASA dan POC NASA, sedang untuk pupuk makro lainnya disebarkan ke tanah di sekitar tanaman secara merata.

10. Perlindungan Terhadap Hama dan Penyakit yang Menyerang Tanaman Padi

Jika tidak diantisipasi sejak awal, tanaman padi rentan terhadap serangan hama dan penyakit. Oleh karena itu, seringlah melakukan pengamatan yang intensif agar dapat dideteksi sejak awal. Di bawah ini adalah beberapa hama & penyakit yang sering menyerang tanaman padi :

Hama padi

  1. Penggerek Batang Padi

Hama penggerek batang padi atau yang biasa dikenal dengan sebutan sundep, menyerang tanaman padi pada fase vegetatif. Biasanya ditandai pada tengah daun atau pucuk tanaman mati karena pada titik tumbuh dimakan ulat penggerek batang.

Tanda-tanda tanaman padi yang terserang hama penggerek batang padi, antara lain : pucuk tanaman kering dan layu berwarna kemerahan, mudah dicabut, serta daun dan seluruh batang padi mengering.

Hama penggerek batang padi dapat dikendalikan dengan cara meningkatkan kebersihan lingkungan dan memberantasnya menggunakan produk Nasa Natural BVR atau PESTONA.

  1. Hama Wereng

Dalam usaha budidaya padi, hama yang paling dikhawatirkan adalah hama wereng yang menyerang batang padi. Hama wereng merusak dengan cara menghisap cairan batang padi kemudian menularkan virus ke tanaman padi.

Tanaman padi yang terserang hama wereng menjadi kuning dan kering seperti terbakar, atau menyebabkan kerdil. Pengendalian hama wereng dapat dilakukan dengan memanfaatkan musuh alami wereng seperti laba-laba dan penyemprotan produk Nasa Natural BVR.

  1. Hama Putih

Hama putih menyerang daun bibit padi. Biasanya ditandai dengan adanya titik-titik yang memanjang sejajar dengan tulang daun atau ulat menggulung daun padi. Pengendalian hama putih ini dapat dilakukan dengan cara memperbaiki sistem irigasi, menggunakan tabung daun dan menggunakan produk Nasa Natural BVR atau PESTONA.

  1. Hama Thrips

Ciri khusus tanaman padi yang terkena hama Thrips daun menggulung, daun berwarna kuning sampai kemerahan, pertumbuhan bibit terhambat, dan pada tanaman dewasa menyebabkan gabah tidak berisi. Untuk pengendaliannya, gunakan produk Nasa Natural BVR atau PESTONA.

Penyakit Pada Tanaman Padi

  1. Penyakit Tungro

Pada usaha budidaya padi, penyakit tungro bisa dikendalikan dengan menanam padi varietas tahan wereng misalnya Kelara, IR 36, IR 48, IR 52 dan gunakan produk Nasa Natural BVR untuk mengendalikan vektor virus.

Penyakit tungro menyerang semua bagian tanaman sehingga menyebabkan pertumbuhan tanaman menjadi kurang sempurna, pembungaan terhambat, malai kecil dan tidak berisi.

  1. Busuk Batang

Busuk batang merupakan penyakit yang menyerang tanaman padi pada bagian kanopi dan menyebabkan tanaman menjadi mudah tumbang. Biasanya ditandai timbulnya bercak kehitaman dan bentuknya tidak teratur pada sisi luar pelepah daun yang membesar secara bertahap. Setelah itu, cendawan akan menembus batang padi yang akhirnya menjadi lemah, tumbang, dan mati.

PANEN DAN PASCA PANEN

Padi akan dipanen jika tangkainya sudah merunduk dan bulir gabah sud

ah menguning 80%. Alat yang digunakan untuk memanen padi adalah sabit atau ketam. Sesudah panen, malai segera dirontokkan dengan mesin perontok atau tenaga manusia. Anda harus memprioritaskan kehilangan hasil panen seminimal mungkin.

Setelah perontokkan malai, lakukan proses pengeringan dengan sinar matahari selama 2 – 3 hari. Setelah benar-benar kering kemudian digiling dengan mesin (proses pemisahan gabah dari kulit dan bijinya), Beras sudah siap untuk dipasarkan dan dikonsumsi oleh konsumen.

Jadi apabila tanaman padi tumbuh sehat, unsur hara makro dan mikro di dalam tanah tercukupi, anakan padi produktif banyak, bulir terisi penuh/bernas dari ujung sampai pangkal malai maka hasil produksi panen pun akan meningkat.

Itulah poin-poin penting dalam Sistem Budidaya Padi dengan teknologi organik, demi mendapatkan peningkatan hasil panen tanpa merusak lingkungan sekitar.

Produk Nasa untuk pertanian padi sangat bermanfaat bagi petani dalam usaha meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil produksi panen. Dapatkan produk Nasa Paket Pupuk Nasa untuk Padi Organik Lahan 1000 m2 yang sudah terbukti dan ramah lingkungan hanya dari distributor resmi PT. NASA (Natural Nusantara).

Butuh Bantuan? Jangan Sungkan!

Jika Anda Butuh Bantuan, Ataupun Hal -Hal Yang Ingin Ditanyakan, Jangan Ragu Untuk Menghubungi Kami, Dengan Senang Hati Akan Kami Bantu

 ----------------------------------------------------

TELP/SMS/WA

Belum ada ulasan untuk produk Paket Pupuk Nasa untuk Padi Organik Lahan 1000 m2

Silahkan tulis ulasan Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*







Produk Terkait Paket Pupuk Nasa untuk Padi Organik Lahan 1000 m2

OFF 18%
QUICK ORDER
Paket Budidaya Lada Organik NASA

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 370.000 Rp 450.000
Ready Stock / P-LADA
Rp 370.000 Rp 450.000
Ready Stock / P-LADA
OFF 22%
QUICK ORDER
Paket Budidaya Udang Organik NASA

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 176.000 Rp 225.000
Ready Stock / P-UDANG
Rp 176.000 Rp 225.000
Ready Stock / P-UDANG
OFF 2%
QUICK ORDER
Paket Budidaya Kelapa Sawit Organik Lengkap, Pupuk NASA untuk Sawit – Lahan Seluas 1000 m2

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 3.875.000 Rp 3.950.000
Ready Stock / P2-SAWIT

Mungkin Anda tertarik dengan produk terbaru kami

QUICK ORDER
Moreskin Parfum HABIB NASA, Non Alkohol, Halal, dan Super Wangi!

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

*Harga Hubungi CS
Ready Stock
QUICK ORDER
Moreskin Hair Serum NASA, Atasi Kerusakan Rambut Sejak Dini

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

*Harga Hubungi CS
Ready Stock
QUICK ORDER
Moreskin Maskara NASA, Melentikkan dan Mempertegas Tampilan Mata Anda

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

*Harga Hubungi CS
Ready Stock
SIDEBAR