INFO 1 : Pemesanan sebelum pukul 14.00 WIB akan dikirim pada hari yang sama. Apabila ada pemesanan setelah pukul 14.00 WIB akan di kirim keesokan harinya. Terima kasih atas perhatiannya.
Beranda » Agrokompleks » POC NASA, Pupuk Multiguna Meningkatkan Hasil Panen

POC NASA, Pupuk Multiguna Meningkatkan Hasil Panen

Kode : -
Berat : 800 gram
Stok : Ready Stock
Kondisi : Baru
Kategori : Agrokompleks, Perikanan, Pertanian, Peternakan, Produk
Dilihat : 3.413 kali
Review : 3 reviews
Hubungi kami secara langsung untuk pemesanan yang lebih cepat!
POC NASA, Pupuk Multiguna Meningkatkan Hasil Panen

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 40.000
Ready Stock
Rp 40.000
Tentukan Pilihan!

# POC NASA, Pupuk Multiguna Meningkatkan Hasil Panen

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja Anda
Lihat keranjang Anda
Lanjut Belanja
Checkout

Bagikan informasi tentang POC NASA, Pupuk Multiguna Meningkatkan Hasil Panen kepada teman atau kerabat Anda.

Deskripsi POC NASA, Pupuk Multiguna Meningkatkan Hasil Panen

Pupuk Organik Cair atau yang lebih dikenal dengan singkatannya yaitu POC adalah produk NASA varian dari POC NASA yang secara khusus dibuat dari bahan-bahan organik dan diformulasikan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi secara lengkap pada peternakan, tanaman, dan perikanan dengan fungsi multiguna.

Sebelumnya, PT. Natural Nusantara telah mengeluarkan POC NASA kemasan 500 cc. Karena produk NASA yang satu ini laku keras di pasaran, kini hadir POC NASA dalam kemasan yang lebih besar, tepatnya volume 3 liter. POC NASA dalam kemasan yang lebih besar ini sangat besar ini sangat cocok untuk penggunaan dalam skala yang lebih besar juga, namun dengan harga yang lebih terjangkau, tentunya.

Tanah yang Subur dan Peranannya


Tanah yang subur tentunya menjadi dambaan bagi para petani. Selain hasil pertanian akan meningkat, dari segi ekonomis, tanah yang subur juga menghemat finansial mereka.

Lalu apakah sebenarnya pengertian dari kesuburan tanah?

Kesuburan tanah adalah kemampuan tanah menyediakan unsur hara bagi tanaman yang telah Anda tanam sebelumnya. Kesuburan tanah juga merupakan kualitas tanah dalam menyediakan unsur hara bagi pertumbuhan tanaman dengan jumlah yang seimbang. Tentunya, tingkat kesuburan tanah akan berpengaruh pada produksi dan hasil tanaman ataupun panen yang Anda tanam.

Untuk mendukung pertumbuhan tanaman dari segi kimiawi, biologi, maupun fisika, menjaga kesuburan tanah sangatlah penting. Banyak orang yang menyamakan arti antara kesuburan tanah sama dan kesehatan tanah. Padahal, itu tidaklah benar. Kesehatan tanah adalah suatu kondisi tanah yang menjamin tumbuh kembang tanaman secara optimal tanpa adanya gangguan dari berbagai faktor.


Kesuburan tanah diperlukan sebelum memulai program tanam. Hendaknya, pada lahan baru dilakukan observasi terlebih dahulu untuk mengetahui tingkat kesuburan tanah dan unsur hara yang terkandung di dalamnya.

Sebenarnya, nutrisi dan unsur hara pada tanaman secara alami sudah terdapat di alam. Baik dari dalam tanah itu sendiri maupun nutrisi yang didapat dari air hujan. Akan tetapi, jika hanya mengandalkan nutrisi dari alam bebas, terkadang kadarnya kurang mencukupi untuk pertumbuhan optimal tanaman tersebut.

Pada proses pembentukan tanah, beberapa faktor tadi akan bekerja melalui proses fisika, biologis, kimiawi, maupun ketiga prosesnya secara bersamaan bekerja sama dan saling berinteraksi. Selanjutnya, proses pembentukan tanah akan berjalan secara kontinue dan saling mempengaruhi satu sama lain dengan dominasinya yang bermacam-macam.

Pengertian Tanah dan Pupuk


Tanah merupakan media tempat tumbuhnya tanaman. Tanah dari segi geologis disebut sebagai bagian permukaan bumi dengan ketebalan lapisan yang tipis. Dengan kata lain, tanah berasal dari hasil pelapukan batuan, dimana proses pembentukannya dipengaruhi oleh beberapa faktor lingkungan seperti bahan iklim tiap daerah, vegetasi, induk, topografi, atau organisme yang hidup di dalamnya.

Sedangkan pupuk diartikan sebagai bahan tambahan yang digunakan pada tanaman untuk mencukupi kebutuhan unsur hara dan mineral yang diperlukan tanaman sehingga mampu tumbuh, berkembang, dan bereproduksi dengan baik. Beberapa unsur hara yang dibutuhkan tanaman antara lain:

  1. Hara Makro: N, P, K, Ca, Mg, S
  2. C, H, O yang tersedia di alam, dan
  3. Hara Mikro: Fe, Mn, Cu, Zn, Cl, Mo, B

Kini, produksi pupuk tersedia dalam berbagai jenis dan sangat beragam macamnya. Biasanya, pengelompokan pupuk bertujuan untuk memudahkan pembagian dan pembahasan berdasarkan bentuk fisiknya, sumber bahan pembuatnya, atau kandungannya.

Berdasarkan bentuk fisiknya, pupuk terbagi menjadi dua yaitu pupuk cair dan pupuk padat. Jika pupuk padat diperdagangkan dalam bentuk remahan, onggokan, butiran, atau kristal, pupuk cair diperjualbelikan dalam bentuk cairan atau konsentrat.

Ketika Pupuk padat diaplikasikan ke tanah/media tanam secara langsung, pupuk cair diberikan dengan cara disemprotkan ke tubuh tanaman. Dengan menggunakan POC NASA, Anda terjamin mendapatkan hasil maksimal dari tanaman yang berkualitas.

Tanah Pertanian yang Subur


Indonesia merupakan negara agraris yang memiliki luas lahan sawah sejak 2016 sekitar 8,18 juta hektar. Dimana lahan sawah tersebut terdiri dari sawah irigasi seluas 4,78 juta hektar dan sawah non irigasi seluas 3,40 juta hektar. Kabar baiknya, luas lahan sawah ini mengalami peningkatan sebesar 1,16% atau sekitar 100 ribu hektar dari tahun sebelumnya.

Tak ayal jika peningkatan lahan ini merupakan hal positif jika diimbangi dengan peningkatan produktivitas dalam bercocok tanam. Karena produksi pangan berbanding lurus dengan peningkatan luas lahan dan produktivitasnya, kini mulai bermunculan petani organik untuk memperbaiki dan meningkatkan sistem pangan di Indonesia.

Sebagai contoh, Jawa Timur dengan luas lahan sawah terbesar yang lebih dari satu juta hektar.Kemudian disusul oleh provinsi Jawa Tengah dengan luas lahan sawahnya sekitar 0,96 juta hektar. Di urutan yang terakhir yaitu Jawa Barat dengan luas lahan sawah sekitar 0.91 juta hektar.

Di Indonesia sendiri, rata-rata petani hanya memiliki luas lahan sekitar 0,2 hektar saja untuk pertanian mereka. Keadaan ini tentunya sangat memprihatinkan. Terlebih, para petani masih sering bermasalah dengan kondisi tanah. Antara lain kualitas tanah tidak optimal karena penggunaan pupuk kimia dan pestisida secara berlebihan.

1. Tanah Humus


Tanah humus adalah tanah hasil pelapukan tumbuhan, lebih tepatnya pelapukan daun dan batang pohon tumbuhan. Tanah humus cocok untuk pertanian karena sangat subur dan cocok untuk lahan pertanian. Biasanya, tanah jenis ini ditemukan di hutan hujan tropis.

Tanah humus dicirikan dengan warna tanah yang gelap, sangat subur, dan gembur. Karena memiliki daya serap yang bagus, tanah humus digunakan sebagai lahan tumbuhnya tanaman. Di Indonesia sendiri, telah banyak ditemukan tanah humus karena Indonesia merupakan negara beriklim tropis.

Banyak manfaat yang didapat dari tanah gembur. Antara lain, sebagai sumber nutrisi tanaman karena kemampuannya untuk mengikat zat beracun, juga sebagai peningkat kandungan air tanah. Tanah humus juga dapat meningkatkan aerasi tanah dan mencegah tanah tergerus sehingga tanah ini sering digunakan sebagai pupuk alami.

Dengan tanah humus, Anda tentunya dapat menanam berbagai jenis tanaman organik dengan mudah dan mendapatkan hasil maksimal.

2. Tanah Andosol

Tanah andosol adalah tanah yang berasal proses vulkanik pada gunung berapi. Seperti tanah humus, tanah jenis ini juga sangat cocok untuk lahan pertanian. Tanah andosol pada dasarnya merupakan tanah dengan kandungan bahan organik danmineral tinggi dengan karakteristiknya yang sangatlicin, gembur, tingkat kelembaban tinggi, daya serap airnya sedang, berwarna coklat hingga hitam. Tanah andosol cocok untuk lahan pertanian karena kaya akan unsur hara sehingga bagus untuk tumbuh kembang tanaman.

3. Tanah Endapan


Tanah endapan merupakan tanah endapan dari lumpur sungai di daerah dataran rendah. Seperti tanah humus dan tanah andosol, tanah jenis ini juga digunakan sebagai lahan pertanian. Tanah endapan sangat cocok untuk lahan pertanian karena mengandung unsur hara dan sangat subur untuk kehidupan tanaman.

Beberapa tanaman yang dapat tumbuh di tanah endapan antara lain: padi, tebu, palawija, kelapa, dan buah-buahan. Tanah endapan banyak ditemui di Jawa, Papua, dan Sumatera bagian Timur. Dengan manfaat yang begitu besar, tanah endapan digunakan untuk melancarkan irigasi, dan menyimpan cadangan air.

Menggunakan tanah endapan berarti Anda telah menekan biaya produksi karena tanah jenis ini sangat mudah untuk proses bercocok tanam. Tanah ini juga memiliki tekstur yang mirip dengan tanah liat dimana epipedon tanah endapan ini tidak memiliki struktur sehingga sangat mudah bercocok tanam pada tanah endapan.

Tanah Pertanian yang Tidak Subur


Berdasarkan data dari pemerintah Indonesia, tahun 2016, luas lahan kering jauh lebih besar yaitu sekitar 16,5 juta hektar yang terdiri dari 5 juta hektar lahan ladang dan 11,5 juta hektar lahan tegalan. Kabar baiknya, angka tersebut mengalami penurunan yang mencetak 17 juta hektar dari tahun sebelumnya. Lahan kering ini terbentuk karena akses air terbatas dan topografi sehingga tidak cocok untuk lahan pertanian tanaman padi yang membutuhkan banyak air.

Walaupun tidak bisa digunakan sebagai lahan pertanian, lahan kering juga memiliki peran yang tidak kalah penting. Beberapa peran lahan kering antara lain: menghasilkan produk hortikultura, peternakan, kehutanan, dan perkebunan. Ada 3 jenis tanah tidak subur atau lahan kering, yaitu tanah grumusol, tanah mediteranian, dan tanah berpasir.

1. Tanah Grumusol

Tanah grumusol adalah tanah dari pelapukan tufa vulkanik dan batuan kapur. Tanah ini sangat tidak direkomendasikan untuk lahan pertanian. Tanah grumusol merupakan lahan kering yang tidak subur karena mengandung zat organik yang rendah. Tanah grumusol pada umumnya bersifat basa sehingga tidak ada aktivitas organik yang terjadi di dalam tanah jenis ini. Tanah grumusol sangat miskin akan unsur organik dan unsur hara.

Sifat kapur pada tanah ini selanjutnya menyerap semua unsur hara dari dalam tanah sehingga kadar kapurnya menjadi tinggi dan bersifat racun bagi tumbuhan. Tanah ini memiliki sifat yang sama dengan batuan induknya karena sebenarnya pelapukan yang terjadi hanya mengubah tekstur dan bentuk fisiknya, yaitu mulanya, terikat rapat kemudian berubah menjadi longgar karena pengaruh iklim, cuaca, dan faktor alam lainnya.

2. Tanah Kapur atau Tanah Mediteranian


Jenis tanah yang tidak subur kedua adalah tanah kapur atau tanah mediteranian. Tanah ini sangat tidak direkomendasikan sebagai tanah pertanian kandungan kapur yang sangat tinggi sehingga tidak dapat ditanami. Selain memiliki tingkat kesuburan rendah, tanah kapur juga berasal dari pelapukan batuan kapur. Jenis tanah ini biasa ditemukan di Maluku, Nusa Tenggara, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Tanah kapur ini sebenarnya adalah batuan induk beku dan berkapur.

Karena merupakan batuan induk beku dan berkapur, tanah jenis ini mengandung senyawa karbonat yang sangat tinggi dan bersifat racun pada tanaman. Biasanya, tanah ini berwarna merah kekuningan dan abu-abu. Jenis tanahnya sendiri sangat mirip dengan lempung sehingga memiliki sifat asam dengan kadar pH diatas 7.

3. Tanah Berpasir

Tanah berpasir adalah tanah yang berasal dari terbentuknya batuan beku dan batuan sedimen dengan tekstur butiran kasar dan berkerikil. Tanah ini sangat tidak subur sehingga tidak bisa dimanfaatkan sebagai lahan pertanian. Tanah berpasir biasanya terdiri atas butiran kasar mirip batu berukuran kecil dan kerikil.

Tanah berpasir memiliki kandungan butiran pasir yang sangat banyak sehingga mudah menyerap air. Sayangnya, jarang sekali tumbuhan bisa tumbuh di tanah berpasir karena sangat sulit untuk ditanami tumbuhan. Tanah jenis ini banyak dimanfaatkan sebagai bahan bangunan rumah, kantor, gedung, perumahan, rumah susun, apartemen, dan bangunan lainnya.

Tanah berpasir sangatlah tidak cocok jika digunakan sebagai lahan pertanian karena tidak memiliki nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman. Dengan sifatnya yang sangat mudah menyerap air, tanah berpasir juga tidak bisa menyimpan air dalam waktu lama sehingga tanaman yang tumbuh pun tidak akan bertahan lama dan cepat mati.

Bagaimana Bentuk dari POC NASA?

POC NASA adalah pupuk organik yang merupakan produk NASA berbentuk cairan ion sehingga lebih mudah diserap oleh tanaman dan bekerja secara langsung untuk meningkatkan hasil panen Anda. Warna POC NASA adalah coklat kehitaman seperti teh yang mengental. Sedangkan bau dari pupuk organik NASA khususnya POC NASA ini tidak terlalu menyengat dan hampir mirip dengan bau minuman yang masih segar.

Apa Sajakah Bahan yang Terkandung dalam POC NASA?

POC NASA merupakan pupuk NASA yang terbuat dari rumput-rumputan dan tumbuhan lain yang bergizi tinggi dan sangat berkhasiat bagi tanaman. Hal tersebut sangat sesuai dengan filosofi alam yaitu pupuk kandang. Seperti diketahui, pupuk kandang berasal dari rumput yang telah dimakan oleh sapi dan kemudian dikeluarkan menjadi kotoran yang disebut dengan pupuk kandang. Sedangkan pupuk cair NASA ini sebenarnya berupa rumput-rumputan yang diolah oleh mesin khusus untuk mendapatkan hasil yang mirip dengan pupuk kandang. Karena diolah dengan menggunakan sebuah mesin, hasil pupuk NASA ini lebih banyak dan lebih bagus daripada pupuk kandang.

Apa Sajakah Manfaat dari Pupuk NASA: POC NASA?


Beberapa manfaat POC NASA secara lengkap diuraikan seperti di bawah ini, antara lain:

  1. Pupuk NASA menggemburkan tanah yang keras secara bertahap.
  2. Meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi tanaman.
  3. Menjaga kelestarian lingkungan dan tanah dengan aspek K-3 nya (Kuantitas, Kualitas, Kelestarian)
  4. Memberikan semua jenis unsur mikro dan unsur makro secara lengkap.
  5. Melarutkan sisa pupuk kimia di tanah.
  6. Membantu perkembangan mikroorganisme di dalam tanah yang bermanfaat bagi tanaman seperti cacing tanah, penici glaucum, dan lain-lain.
  7. Membantu pertumbuhan tanaman mulai dari akar, pengumbian, pembungaan dan pembuahan sekaligus mengurangi kerontokan yang terjadi pada bunga dan buah.
  8. Meningkatkan berat hewan ternak yaitu unggas (ayam, bebek, dan lain-lain), dan ternak besar (seperti sapi, kambing, dan lain-lain), ikan, juga udang.
  9. Meningkatkan kemampuan daya tahan tanaman terhadap hama dan penyakit.
  10. Membantu terjadinya proses pembentukan pakan alami ikan dan udang (yaitu plankton)
  11. Meningkatkan nafsu makan ternak, unggas, ikan, dan udang.

Apa Sajakah Kandungan Unsur dari Pupuk NASA: POC NASA 3?

Dalam 1 liter pupuk NASA POC NASA ini memiliki kandungan unsur hara mikro yang setara dengan kandungan unsur hara mikro pada 1 ton pupuk kandang. Selain unsur hara, produk NASA ini juga masih memiliki kandungan lain yaitu asam humat dan asam Fulvat yang fungsi utamanya adalah melarutkan SP-36 dengan cepat dan memperbaiki konsistensi kegemburan tanah yang keras.

POC NASA juga mengandung Zat Pengatur Tumbuh disingkat ZPT (auxin, giberelin, sitokinin) yang sangat berkhasiat untuk mempercepat biji berkecambah dan memiliki akar.

Bagaimana Cara Mengaplikasikan Pupuk NASA: POC NASA Pada Tanah?

Cara mengaplikasikan pupuk NASA ini sangatlah mudah. Cukup semprotkan pupuk NASA berupa pupuk NASA ini pada bagian bawah daun (yaitu stomata). Perhatikan juga tinggi tanamannya. Jika ketinggian tanaman dapat terjangkau, gunakan produk NASA ini dengan dosis 6 tutup botol POC NASA untuk 1 tangki berukuran hingga 15 liter. Lebih bagus lagi jika penggunaan produk NASA ini dibarengi dengan HORMONIK sebanyak 4 tutup. Selanjutnya, satukan bersamaan dengan SUPERNASA, HORMONIK, dan NPK di sekitar tanaman jika tinggi tanaman tersebut sudah tidak bisa terjangkau lagi oleh semprotan kita.

Produk NASA POC NASA ini sangat cocok digunakan karena merupakan pupuk multiguna yang terbukti dapat meningkatkan hasil panen Anda. Jangan ragu untuk membelinya karena harga POC NASA ini sangat terjangkau.

Yuk, dapatkan POC NASA yang merupakan produk NASA andalan untuk tanaman Anda hanya di distributor resmi PT. Natural Nusantara (NASA).

Apa Kata Mereka Setelah Menggunakan POC NASA?

 

Butuh Bantuan? Jangan Sungkan!

Jika Anda Butuh Bantuan, Ataupun Hal -Hal Yang Ingin Ditanyakan, Jangan Ragu Untuk Menghubungi Kami, Dengan Senang Hati Akan Kami Bantu

 ----------------------------------------------------

TELP/SMS/WA

3 ulasan untuk produk POC NASA, Pupuk Multiguna Meningkatkan Hasil Panen

  • Suryadinata - Paser

    Mohon i informasi tentang spesifikasi pupuk-pupuk produk NASA

    Rating: 1 / 5

  • M. Tarosin - Boyolali

    Mohon petunjuk untuk penggunaan sekaligus pembelanjaannya untuk kambing dan juga sapi.

    • Admin

      Baik Pak Tarosin,
      Untuk penggemukan sapi dan kambing bisa menggunakan POC NASA, Hormonik dan Viterna pak…
      cek selengkapnya disini : http://carapenggemukansapi.com

      Untuk kambing hanya menggunakan masing-masing 1/2 (setengah) tutup botol saja…

      Apabila ada yang ingin ditanyakan silakan hub. Customer Service kami di 082219280868 atau 081353535661

      Terima kasih

Silahkan tulis ulasan Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*







Produk Terkait POC NASA, Pupuk Multiguna Meningkatkan Hasil Panen

OFF 20%
QUICK ORDER
SUNPRO (Super Nano, Propolis Nasa, Madu Nano 1000 Manfaat)

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 120.000 Rp 150.000
Ready Stock / SUNPRO
Rp 120.000 Rp 150.000
Ready Stock / SUNPRO
QUICK ORDER
Power Nutrition NASA (Memicu Tumbuhnya Buah)

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 70.000
Ready Stock
OFF 25%
QUICK ORDER
MORESKIN LIP CREAM MATTE (Merah Menyala)

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 75.000 Rp 100.000
Ready Stock / LC01MN
Rp 75.000 Rp 100.000
Ready Stock / LC01MN

Mungkin Anda tertarik dengan produk terbaru kami

QUICK ORDER
AMAZONIAN CHARCOAL GLOW MASK

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 225.000
Ready Stock
Rp 225.000
Ready Stock
QUICK ORDER
ALOE VERA SOOTHING FACE MIST

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 230.000
Ready Stock
Rp 230.000
Ready Stock
QUICK ORDER
LACOCO WATERMELON GLOW MASK

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 225.000
Ready Stock
Rp 225.000
Ready Stock
SIDEBAR