INFO 1 : Pemesanan sebelum pukul 14.00 WIB akan dikirim pada hari yang sama. Apabila ada pemesanan setelah pukul 14.00 WIB akan di kirim keesokan harinya. Terima kasih atas perhatiannya.
Beranda » Agrokompleks » TANGGUH Pupuk Hayati & Dekomposer, Cara Membuat Pupuk Kompos untuk Meningkatkan Penyerapan Pupuk Kimia)

TANGGUH Pupuk Hayati & Dekomposer, Cara Membuat Pupuk Kompos untuk Meningkatkan Penyerapan Pupuk Kimia)

Kode : TADEC
Berat : 1000 gram
Stok : Ready Stock
Kondisi : Baru
Kategori : Agrokompleks, Pertanian, Produk
Dilihat : 1.150 kali
Review : Belum ada review
Hubungi kami secara langsung untuk pemesanan yang lebih cepat!
TANGGUH Pupuk Hayati & Dekomposer, Cara Membuat Pupuk Kompos untuk Meningkatkan Penyerapan Pupuk Kimia)

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 75.000 Rp 90.000
Ready Stock / TADEC
Rp 75.000 Sebelum Rp 90.000
(OFF 17%) Hemat Rp 15.000
Tentukan Pilihan!

Bagikan informasi tentang TANGGUH Pupuk Hayati & Dekomposer, Cara Membuat Pupuk Kompos untuk Meningkatkan Penyerapan Pupuk Kimia) kepada teman atau kerabat Anda.

Deskripsi TANGGUH Pupuk Hayati & Dekomposer, Cara Membuat Pupuk Kompos untuk Meningkatkan Penyerapan Pupuk Kimia)


TANGGUH Pupuk Hayati & Dekomposer adalah produk NASA terbaru yang terbuat dari bahan dasar bakteri yang diproduksi oleh PT. Natural Nusantara Sebagai upaya meningkatkan hasil produksi pertanian Indonesia baik dari segi kuantitas, kualitas, serta kelestarian lingkungan (Aspek K-3).

TANGGUH Dekomposer terbuat dari 100% bahan-bahan alami organik alami sehingga aman bagi manusia dan lingkungan sekitar. Selain merupakan cara pembuatan pupuk kompos secara alami, TANGGUH Dekomposer NASA juga memiliki banyak kandungan mikroorganisme dan mikroba yang sangat bermanfaat dalam mempercepat proses dekomposisi.

Proses dekomposisi adalah perombakan bahan-bahan organik penghasil nutrisi tanaman yang bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan tanaman dan perkembangannya sekaligus meningkatkan hasil panen dengan cara meningkatkan efektifitas penyerapan pupuk kimia sehingga tanah akan mengalami perbaikan/pembenahan, dapat menetralisir senyawa berbahaya serta mempercepat penguraian sisa-sisa bahan organik dan pupuk kimia yang berada di dalam tanah sebelumnya.

Jenis-jenis Pupuk

Pupuk adalah bahan tambahan yang digunakan pada tanaman maupun tumbuh-tumbuhan yang dapat mencukupi kebutuhan mineral dan unsur hara yang diperlukan sehingga mampu tumbuh dan berproduksi dengan baik. Beberapa unsur hara yang sangat diperlukan oleh tanaman untuk tumbuh kembangnya adalah: C, H, O (ketersediaan di alam melimpah), N, P, K, Ca, S, Mg (hara makro), dan Fe, Cu, Mn, Cl, Zn, B, Mo, (hara mikro).

Di alam bebas, banyak sekali bahan dasar atau material untuk membuat pupuk, baik berbentuk organik maupun non organik. Ada perbedaan antara pupuk dan suplemen. Jika di dalam pupuk terdapat kandungan yang sangat diperlukan dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman, di dalam suplemen tanaman biasanya lebih digunakan dalam melancarkan terjadinya proses metabolisme saja. Namun sekarang ini, tidak jarang juga di dalam produksi pupuk buatan juga dicampuri berbagai suplemen.

Pada umumnya, pupuk dapat diaplikasikan ke dalam tanah, melalui daun, atau bisa juga disuntikkan langsung ke batang tanaman. Menurut bentuknya, pupuk dibagi menjadi dua jenis yaitu pupuk padat dan pupuk cair. Sedangkan jika dilihat dari proses pembuatannya, pupuk dibagi menjadi dua yaitu pupuk alam dan pupuk buatan.

Pupuk berbentuk padat biasanya diperdagangkan dalam bentuk remahan, onggokan, butiran, atau kristal. Sedangkan pupuk cair biasanya diperdagangkan dalam bentuk cairan atau konsentrat. Pupuk padat dapat diaplikasikan langsung ke dalam tanah/media tanam, sedangkan pupuk cair diberikan secara disiram, dikocorkan ataupun disemprot ke tubuh tanaman.

Pupuk alam adalah pupuk berasal dari alam. Karena berasal dari alam, maka cara membuat pupuk kompos juga dilakukan oleh alam. Beberapa contoh pupuk alam antara lain: pupuk kandang, pupuk hijau, fosfat alam, dan kompos. Pupuk alam sering disebut juga sebagai pupuk organik karena merupakan hasil dari proses dekomposisi dari berbagai material makhluk hidup seperti: kotoran ternak, sisa tanaman, dan masih banyak lagi.

Dalam pemberian pupuk pada lahan pertanian, seorang petani hendaknya memperhatikan kebutuhan akan unsur hara dan mineral lain dari tanaman yang akan ditanamnya. Jika terlalu banyak diberikan pupuk atau takarannya tidak sesuai, bukannya subur, justru akan berbahaya bagi tanaman tersebut.

Lahan Pertanian Subur


Tanah adalah media tanam sebagai tempat tumbuhnya tanaman. Tanah, secara geologis juga merupakan bagian bumi terluar dengan ketebalan lapisan yang tipis.

Atau dengan kata lain dapat pula dikatakan bahwa tanah sebenarnya terbentuk dari hasil pelapukan batuan, yang dalam proses pembentukannya dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti bahan induk, iklim tiap daerah, vegetasi, topografi, atau organisme yang hidup di terdapat pada daerah tersebut.

Kesuburan tanah adalah kondisi dimana tanah memiliki kemampuan untuk mendukung proses bertumbuh dan berkembangnya tanaman. Kesuburan tanah ini dipengaruhi oleh beberapa faktor baik faktor kimiawi, biologi, maupun fisika. Banyak orang menduga bahwa kesehatan tanah sama dengan kesuburan tanah. Padahal, pada kenyataannya tidak demikian.

Jika kesuburan tanah adalah kemampuan tanah dalam menyediakan unsur-unsur hara dan mineral lain yang dibutuhkan bagi tanaman. Maka Kesehatan tanah merupakan kondisi tanah yang dapat mendukung terjaminnya tanaman untuk dapat tumbuh dan berkembang secara optimal tanpa gangguan dari berbagai faktor luar.

1. Kesuburan Tanah

Kesuburan tanah adalah kemampuan dan kualitas tanah dalam menyediakan unsur-unsur hara yang sangat dibutuhkan bagi pertumbuhan tanaman dimana kuantitas dari unsur-unsur tersebut cukup dan seimbang. Tingkat kesuburan tanah tentunya sangat berpengaruh pada hasil produksi tanaman.

Pada proses pembentukan tanah, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhinya seperti faktor-faktor seperti faktor fisika, kimia, biologis, ketiga faktor tersebut kemudian akan saling bekerjasama dan saling berinteraksi.Untuk mengetahui seberapa besar tingkat kesuburan tanah lahan pertanian, Anda dapat melakukan analisis terhadap tanah tersebut di laboratorium, atau melakukan sebuah pengujian penjajakan unsur hara yang dapat dilakukan baik di dalam pot rumah kaca atau di lapangan.

Tanah yang subur biasanya bertekstur mirip dengan tanah lempung yang memiliki sifat mudah menyerap air sehingga dapat mengikat berbagai unsur hara dan beberapa jenis mineral yang dibutuhkan tanaman. Namun masalahnya adalah, kadar lempung yang normal biasanya justru terletak pada lapisan tanah tengah.

2. Kesehatan Tanaman


Seperti layaknya manusia hidup yang selalu membutuhkan asupan makanan sebagai nutrisi, tanaman pun hidup memerlukan makanan sebagai nutrisi. Meskipun secara alami nutrisi yang terdapat pada tanaman biasanya sudah tersedia langsung di alam yaitu dari dalam tanah dan berasal dari siraman air hujan, akan tetapi, terkadang nutrisi yang berada di alam bebas tidak memadai jumlahnya, bahkan banyak yang kurang mencukupi sehingga tanaman membutuhkan dukungan lain melalui pupuk agar dapat tumbuh dan berkembang lebih optimal.

Tanah yang sehat biasanya akan memiliki kandungan pasir yang cukup untuk mempermudah proses drainase dimana air akan diserap oleh tanah dengan baik sehingga mikroorganisme penghuni tanah dapat hidup di dalamnya. Mikroorganisme inilah yang menjadi penanda kesuburan atau indikator dari suatu lahan pertanian.

Kesehatan tanah adalah suatu keadaan atau kondisi tanah selalu yang menjamin dan mendukung tanaman agar dapat tumbuh dan berkembang di lahan pertanian secara optimal tanpa gangguan dari berbagai faktor luar.

Tanah yang subur tentunya akan membuat tanaman tumbuh sehat bebas dari segala macam penyakit yang dapat menyerang tanaman kapan saja, mengganggu tumbuh kembang tanaman, bahkan berujung pada kematian tanaman.

Untuk menjaga kesuburan tanah, Anda dapat memanfaatkan peran dan fungsi agar kondisi atau keadaan tanah terus mendukung pertumbuhan dan perkembangan suatu tanaman. Ada baiknya sebelum memulai program tanam suatu tanaman pada lahan pertanian yang masih baru hendaknya dilakukan sebuah penelitian atau observasi untuk mengetahui seberapa besar kadar atau tingkat kesuburan suatu tanah yaitu dengan mengecek kandungan unsur hara yang terdapat di dalamnya.

Tingkat kesuburan tanah juga dapat diketahui dengan cara melihat ketebalan lapisan humus di dalam tanah. Semakin tebal lapisan humus pada tanah tersebut, maka dapat dipastikan semakin kaya akan unsur hara dan bahan-bahan alami yang dibutuhkan oleh tanaman sehingga semakin mudah pula tanaman dalam menyerap zat-zat dalam unsur hara yang dibutuhkannya sebagai bahan baku tanaman dalam proses fotosintesis.


Adanya humus pada tanah juga merupakan sebuah indikator bahwa sistem aliran air dari lahan di sekitar pertanian dapat berjalan dengan baik. Semakin tebal humus pada lahan pertanian Anda maka semakin mudah bagi lahan tersebut untuk meningkatkan daya hisap terhadap air. Daya hisap humus ini berasal dari bentuk lapisan humus yang berongga sehingga memungkinkan air dapat terserap dan masuk lebih banyak.

Tanah yang baik seharusnya juga memiliki tingkat PH keasaman yang seimbang. Kadar PH normal suatu tanah adalah sekitar 6 sampai 8 dengan kondisi terbaik antara PH 6.5 sampai dengan 7.5. Jika sebuah tanah memiliki kadar keasaman yang netral maka sangat memungkinkan tanah tersebut memiliki unsur kimiawi tanah yang juga seimbang.

Sayangnya, dari sisi pengetahuan, jarang sekali para petani menyadari bahwa tanaman lebih memerlukan bahan-bahan organik terbaik dari alam demi kelangsungan hidupnya. Tidak sedikit mereka lebih memilih untuk menggunakan pupuk kimia dengan anggapan bahwa bila menggunakan pupuk kimia dalam jumlah banyak, maka akan semakin banyak pula hasil panen mereka.

Dengan menggunakan pupuk NASA TANGGUH Pupuk Hayati & Dekomposer, Anda Bisa mendapatkan hasil panen melimpah dengan kualitas tanaman lebih sehat karena kandungan pupuk NASA ini sangat bermanfaat bagi semua jenis tanaman dan tanah di lahan pertanian.Anda tidak perlu khawatir atau takut saat menggunakan pupuk NASA ini karena semua kandungan yang terdapat di dalamnya 100% terbuat dari bahan-bahan alami yang kaya akan unsur hara serta tidak berbahaya bagi manusia dan lingkungan.

Anda tidak perlu repot-repot lagi membuat pupuk sendiri, karena cara membuat pupuk kompos yang kaya akan bahan-bahan alami telah ditemukan dalam pupuk NASA yang satu ini, TANGGUH Pupuk Hayati & Dekomposer.

Pupuk Organik


Pupuk organik adalah semua jenis pupuk yang terbuat dari sisa-sisa mikroorganisme, kotoran hewan, dan tumbuhan. Sementara pupuk kimia adalah semua jenis pupuk yang dibuat melalui proses olahan oleh manusia dari berbagai bahan-bahan mineral.

Sebenarnya, cara membuat pupuk kimia lebih murni daripada cara membuat pupuk kompos karena kandungan-kandungan bahan di dalamnya telah diperhitungkan. Sedangkan pupuk organik yang terdapat di alam lebih sukar ditentukan isinya karena petani tidak mengetahui bagaimana cara membuat pupuk kompos ini dan apa saja komposisi dari pupuk tersebut.

Namun demikian, pupuk organik juga memiliki sebuah keunggulan yaitu dapat memperbaiki kondisi fisik tanah karena daya serap airnya yang sangat efektif. Pupuk organik juga mencakup hampir semua bahan-bahan yang berasal dari makhluk hidup, mulai dari kotoran hewan, kompos, sisa-sisa sayuran, sisa-sisa daun, dan bubuk dari tulang.

Meskipun kotoran hewan merupakan limbah yang mencemari lingkungan karena baunya yang tidak sedap, sebenarnya kotoran hewan ini sangat bermanfaat bagi lahan pertanian. Darinya, tanah kemudian memperoleh cara membuat pupuk kompos secara alami melalui proses yang terjadi di dalam tanah.

Selain dengan bantuan kotoran hewan sebagai bahan utamanya, tanah juga bisa menggunakan bahan dasar sisa tulang hewan untuk dijadikan bubuk tulang yang kaya akan fosfat melalui cara membuat pupuk yang dilakukan oleh tanah secara alami dan proses organik yang terjadi di dalam tanah.

Selain memiliki kemampuan dalam meningkatkan produktivitas tanah dalam jangka waktu uang lama, penggunaan pupuk organik juga dapat meningkatkan keanekaragaman hayati karena penggunaan pupuk organik juga memberikan nutrisi mikro bagi jamur tanah yang membantu tanaman dalam menyerap nutrisi yang dibutuhkannya.

Pupuk organik bersifat kompleks artinya bahwa senyawa organik pada pupuk ini tidak berupa unsur sederhana yang dapat dengan mudah diserap langsung oleh tanah. Dengan kata lain, jika pupuk organik tidak dapat diolah secara tepat justru akan berbahaya bagi tanaman karena dapat menjadi media pertumbuhan patogen yang merugikan tanaman.

Selain meningkatkan produktivitas lahan pertanian, pupuk organik juga dapat memperbaiki sifat-sifat tanah baik secara kimia maupun biologi.Harga pupuk organik juga lebih terjangkau daripada pupuk lain oleh karena bahan dasar dari pupuk organik adalah bahan-bahan yang terdapat di dalam bebas yang mudah didapat.

Cara membuat pupuk kompos ini juga sangat mudah karena sebenarnya material atau bahan dasarnya berasal dari alam kemudian disempurnakan lagi dengan diolah manusia untuk didapatkan kadar yang seimbang.

Pupuk organik mengandung unsur mikro lebih lengkap dibandingkan dengan pupuk kimia sehingga dengan menggunakan pupuk organik berarti Anda juga menjamin kehidupan mikroorganisme tanah yang bermanfaat bagi tanaman.

Tidak hanya sampai di sini, karena pupuk organik juga memiliki kemampuan mobilisasi yaitu membuat unsur hara di dalam tanah mampu membentuk partikel-partikel ion sehingga mudah diserap oleh tanaman. Dengan cara membuat pupuk kompos ini, berarti Anda juga telah memberikan kemampuan pada tanaman untuk melepaskan unsur hara tanah sehingga mencegah terjadinya kelebihan unsur hara yang bisa menyebabkan tanaman keracunan hingga berujung pada kematian tanaman.

Oleh sebab itu, cara membuat pupuk kompos ini juga perlu sekali untuk dilakukan sebuah penelitian untuk mengetahui kadar unsur hara pada tanaman untuk meningkatkan kadar nutrisinya. Selanjutnya, pupuk tanaman berdasarkan cara pembuatannya dibedakan menjadi 2 yaitu pupuk alami dan pupuk kimia.


Kini, Anda tidak perlu merepotkan lagi dengan mempelajari bagaimana cara membuat pupuk kompos karena semua manfaat pupuk organik ada dalam TANGGUH Pupuk Hayati & Dekomposer.

Dengan menggunakan pupuk NASA TANGGUH Pupuk Hayati & Dekomposer, berarti Anda akan mendapatkan segudang manfaat bagi kesuburan dan kesehatan tanah juga tanaman yang Anda budidayakan.

Pupuk Kompos

Pupuk kompos adalah sejenis pupuk organik yang berasal dari bahan organik dari proses pembusukan sisa-sisa tumbuhan maupun hewan. Karena berasal dari proses pembusukan, Anda juga bisa melakukan pembuatan pupuk kompos sendiri di rumah.

Berikut ini adalah cara membuat  pupuk kompos yang dapat Anda lakukan sendiri di rumah.

Cara Membuat Pupuk Kompos dari Sampah

Bahan-bahan dari sampah yang bisa Anda gunakan untuk membuat kompos adalah sisa-sisa sayuran, daging busuk, kertas bekas atau tissue yang sudah tidak terpakai, rumput atau daun, bumbu dapur yang sudah expired, merontokan bulu hewan, debu yang berasal dari belakang lemari es/freezer, kotoran hewan, hingga potongan rambut.
Semua bahan tersebut tergolong dalam bahan-bahan organik. Lalu bagaimana cara membuat pupuk kompos dari sampah-sampah tersebut? Begini langkah-langkahnya.

Cara Membuat Kompos dari Sampah Rumah Tangga

Alat yang perlu disiapkan: sebuah wadah berukuran besar lengkap dengan penutupnya (Anda bisa menggunakan ember atau tong yang sudah tidak terpakai/bekas) dan sarung tangan. Sedangkan bahan-bahan yang perlu Anda siapkan adalah sampah rumah tangga, air, dan tanah.

Cara membuat kompos dari sampah rumah tangga sangatlah mudah. Siapkan bahannya yaitu sampah rumah tangga lalu pisahkan antara sampah plastik dan sampah organik. Buang sampah plastik dan hanya gunakan sampah organik untuk membuat pupuk kompos.

Masukkan tanah ke dalam wadah besar secukupnya yang sebelumnya telah diisi dengan sampah organik. Selanjutnya siram permukaan tanah dengan air. Pastikan sampah diaduk dengan tanah secara merata kemudian tutup lalu simpan. Usahakan jumlah tanah dan sampah seimbang/sama. Kemudian tutup lagi bagian atas dengan tanah. Pastikan tanah menutupi sampah organik lalu siram dengan air. Simpan dalam wadah yang tertutup rapat sekitar tiga minggu.

Bagaimana? Cara membuat pupuk kompos dari sampah rumah tangga ini sangat mudah bukan?

Anda bisa mencobanya sendiri di rumah. Namun jika Anda tidak ingin direpotkan dengan cara membuat kompos yang memerlukan waktu cukup lama, Anda bisa menggunakan Cara pembuatan pupuk dari NASA ini sangat mirip dengan cara pembuatan kompos, namun pupuk NASA lebih terjamin karena melalui proses olahan manusia sehingga sangat diperhitungkan kandungan unsur-unsur hara yang diperlukan oleh tanah dan tanaman.

Setelah mengetahui cara membuat kompos, tentunya Anda bisa mempraktekkannya sendiri di rumah, jika Anda benar-benar ingin merasakan bagaimana serunya cara membuat kompos dan berhasil digunakan pada tanaman Anda. Atau, Anda juga bisa memilih TANGGUH Pupuk Hayati & Dekomposer karena banyak sekali manfaat yang dapat diambil darinya.

Lalu, Apa Sajakah Manfaat Pupuk NASA TANGGUH Pupuk Hayati & Dekomposer


Berikut ini adalah manfaat lengkap dari pupuk NASA TANGGUH Hayati & Dekomposer:

  1. Mempercepat proses dekomposisi/perombakan tanah
  2. Penghasil nutrisi untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen
  3. Memberikan fitohormon untuk mempercepat pertumbuhan dan perkembangan tanaman
  4. Memperbaiki tanah yang keras dan rusak
  5. Menetralisir senyawa-senyawa berbahaya
  6. Mempercepat penguraian sisa-sisa pupuk kimia dan bahan organik di dalam tanah sehingga bisa diserap kembali untuk dimanfaatkan oleh tanaman
  7. Mengefektifkan penyerapan tanaman terhadap pupuk kimia
  8. Mengurangi pertumbuhan mikroba yang merugikan tanaman.

Penggunaan pupuk NASA TANGGUH Pupuk Hayati & Dekomposer sangatlah penting karena terdapat banyak sekali manfaat bagi kesuburan tanah dan tanaman Anda.

Kandungan Apa Saja yang Terdapat dalam Pupuk NASA TANGGUH Pupuk Hayati & Dekomposer?

  • Aspergillus Sp : 105 cfu/ml
  • Streptomyces Sp : 106 cfu/ml
  • Lactobacillus Sp : 107 cfu/ml
  • Saccharomyces Sp : 107 cfu/ml
  • Azotobacter Sp : 106 cfu/ml
  • Tricodermasp : 105 cfu/ml
  • Patogenisitas : negatif

Kandungan Unsur TANGGUH Pupuk Hayati & Dekomposer:
N, P, K, C Organik, Zn, Mn, Cu, Fe, Co, S, Mg, Na, Cl, Si, B, Al, Na, Cl, Se, Cr, Mo, V, So4, Humat – Vulfat.

Bagaimana Cara Penggunaan Pupuk NASA TANGGUH Pupuk Hayati & Dekomposer?


Cara penggunaan pupuk NASA yang mengandung em4 ini dibedakan menjadi 2 yaitu:

1. Pemakaian Sebagai Dekomposer

Siapkan bahan baku yang akan difermentasi (bisa berupa jerami, seresah, tandan kosong kelapa sawit, sampah organik, kotoran hewan, dan lain-lain). Selanjutnya campurkan 1 liter pupuk NASA TANGGUH Pupuk Hayati dengan air secukupnya, gunakan takaran untuk 4-5 ton bahan yang difermentasi.

Untuk mempercepat fermentasi tambahkan gula pasir/gula merah dan Urea sebanyak 0,25 kg. Kemudian siram atau semprotkan larutan pada bahan baku hingga merata. Atur ketinggian campuran TANGGUH Pupuk Hayati dengan ketinggian maksimal sampai dengan 1 meter di atas permukaan tanah.

Dan terakhir, tutuplah bahan-bahan yang sudah tercampur tadi agar terhindar dari panas matahari langsung dan air hujan. Jagalah selalu tingkat kelembapan campuran tadi, jangan terlalu basah atau kering. Diamkan selama satu sampai dengan dua bulan, atau sampai bahan menjadi matang dan siap digunakan. Saat bahan siap digunakan biasanya ditandai dengan ciri-ciri: suhu menjadi dingin, warna gelap dari bahan asli, dan memerah.

2. Pemakaian Sebagai Pupuk Hayati

Pemakaian TANGGUH Pupuk Hayati sebagai pupuk dapat digunakan dengan cara disiramkan ke tanah dengan kadar: 2-3 cc/liter air dengan ukuran setiap 1 tutup botol adalah per 5 liter air.

Bila digunakan dengan cara disemprotkan ke tanaman, gunakan dosis antara 50-70 cc/tangki dengan takaran setiap 5 tutup botol per tangki. Kebutuhan pupuk NASA TANGGUH Pupuk Hayati & Dekomposer adalah antara 3 sampai dengan 5 liter per Ha.

Pupuk NASA TANGGUH Pupuk Hayati & Dekomposer sangat baik dan aman digunakan untuk semua jenis tanaman pangan, buah-buahan dan perkebunan. Yuk, dapatkan segera produk “TANGGUH” Pupuk Hayati & Dekomposer hanya dari distributor resmi PT. Natural Nusantara (NASA).

Butuh Bantuan? Jangan Sungkan!

Jika Anda Butuh Bantuan, Ataupun Hal -Hal Yang Ingin Ditanyakan, Jangan Ragu Untuk Menghubungi Kami, Dengan Senang Hati Akan Kami Bantu

 ----------------------------------------------------

TELP/SMS/WA


Ditambahkan pada: 23 October 2016

Belum ada ulasan untuk produk TANGGUH Pupuk Hayati & Dekomposer, Cara Membuat Pupuk Kompos untuk Meningkatkan Penyerapan Pupuk Kimia)

Silahkan tulis ulasan Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*







Produk Terkait TANGGUH Pupuk Hayati & Dekomposer, Cara Membuat Pupuk Kompos untuk Meningkatkan Penyerapan Pupuk Kimia)

QUICK ORDER
Amotee NASA, Glutathione dan Collagen Ikan Maksimalkan Kecantikan Kulitmu

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 250.000
Ready Stock / AMOTEE
OFF 13%
QUICK ORDER
GINSA Kopi Ginseng

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 49.000 Rp 56.000
Ready Stock / Ginsa
Rp 49.000 Rp 56.000
Ready Stock / Ginsa
OFF 25%
QUICK ORDER
MORESKIN LIP CREAM 03 Merah Menyala NASA

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 75.000 Rp 100.000
Ready Stock / LC03MM
Rp 75.000 Rp 100.000
Ready Stock / LC03MM

Mungkin Anda tertarik dengan produk terbaru kami

QUICK ORDER
Moreskin Parfum Delilah, Wanginya Bebas Alkohol!

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

moreskin parfum delilah Rp 25.000
Ready Stock / MPDELI
QUICK ORDER
Moreskin Parfum Aminah, Wangi, Segar, Bebas Alkohol

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

moreskin parfum aminah Rp 25.000
Ready Stock / MPAM
QUICK ORDER
Moreskin Parfum Yusuf, Aroma Wangi yang Bebas Alkohol

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

moreskin parfum yusuf Rp 25.000
Ready Stock / MPYUS
SIDEBAR